Jika kita berbicara AI tentunya kita tidak bisa melupakan kognisi
manusia karena rancangan AI muncul karena diadaptasi dari cara berpikir
manusia atau kognisi manusia. Menurut Alan Turing suatu mesin dikatakan
cerdas bila ia sukses berprilaku seperti manusia. Dengan kata lain AI
memang didesain untuk berprilaku dan berpikir menyerupai manusia.
McMulloh dan Pitts pada tahun 1943 mengusulkan model matematis
bernama perceptron dari neuron di dalam otak. Mereka juga menunjukkan
bagaimana neuron menjadi aktif seperti saklar on-off dan neuron
tersebut mampu untuk belajar dan memberikan aksi berbeda terhadap waktu
dari input yang diberikan. Hal ini dapat diterapkan pada mesin karena
adanya sistem on-off. Jadi dengan kata lain bahwa ada kemiripan sistem
antara mesin dan otak manusia.
Karena kecerdasan tiruan adalah ilmu yang berdasarkan proses manusia
berpikir, maka penelitian bagaimana proses manusia berpikir adalah hal
yang pokok. Pada saat ini para peneliti hanya mulai mengerti sedikit
dari proses berpikir tersebut, tetapi sudah cukup diketahui untuk
membuat asumsi-asumsi yang pasti tentang bagaimana cara berpikir dan
menggunakan asumsi-asumsi tersebut untuk mendesain suatu program
komputer yang mempunyai kecerdasan secara tiruan.
Semua proses berpikir menolong manusia untuk menyelesaikan sesuatu
masalah. Pada saat otak manusia mendapat informasi dari luar, maka suatu
proses berpikir memberikan petunjuk tindakan atau respon apa yang
dilakukan. Hal ini merupakan suatu reaksi otomatis dan respon yang
spesifik dicari untuk menyelesaikan masalah tertentu. Hasil akbar dari
semua proses berpikir tersebut disebut tujuan (goal).
Pada saat tujuan telah dicapai, pikiran akan segera berhadapan dengan
tujuan-tujuan lainnya yang akan dicapai. Di mana semua tujuan-tujuan
ini bila terselesaikan akan mengantar ke suatu tujuan utama. Dalam
proses ini tidak ada satupun cara berpikir yang mengarah ke tujuan akhir
dilakukan secara acak dan sembarangan.
Kecerdasan manusia dapat dipecah-pecah menjadi kumpulan fakta-fakta
(facts) dan fakta-fakta ini yang digunakan untuk mencapai tujuan. Hal
ini dilakukan dengan memformulasikan sekelompok aturan-aturan(rules)
yang berhubungan dengan fakta fakta yang disimpan dalam otak.
Contoh jenis fakta dan aturan yang berhubungan, yang digunakan sehari-hari, adalah:
Fakta 1 : Ani sangat lapar
Aturan 1 : IF Ani diberi roti THEN makan.
Di sini aturan ditulis dalam bentuk IF-THEN yang berdasarkan
fakta,dimana IF adalah kondisi tertentu yang ada, dan THEN adalah respon
atau aksi yang akan dihasilkan. Ini sangat mirip dengan teori
behavioristik yang mengkaji stimulus – respon.
Dalam proses berpikir, proses ini berhubungan dengan fakta-fakta yang
sangat banyak sebelum memberikan suatu tindakan atau respon. Selama
proses ada suatu sistem yang mengarahkan pemilihan respon yang tepat.
Proses ini disebut dengan pemotongan(prunning). Proses ini mengeliminasi
lintasan dari berpikir yang tidak relevan dalam usaha mencapai tujuan.
Jadi proses ini akan memotong setiap fakta fakta atau aturan-aturan yang
tidak akan mengarah ke tujuan.
Sekarang ini banyak database yang bisa dijadikan sumber memori bagi
sebuah AI, namun pada hakikatnya AI haruslah mengikuti perkembangan cara
berpikir manusia. Sehingga akan sangat baik bila AI terus berkembang
mengikuti pola kognisi manusia. Maka sudah seharusnya programer yang
membuat AI adalah dia yang memang mengerti pola kognisi manusia dan
perkembangannya, bukan sekedar mengandalkan data base yang sudah ada.
Menurut saya, selain programer-programer handal juga dibutuhkan ahli
dibidang lain seperti pakar linguistik, psikolog dan peneliti kedokteran
untuk membuat sebuah AI yang sempurna.
Jika kita berbicara AI tentunya kita tidak bisa melupakan kognisi
manusia karena rancangan AI muncul karena diadaptasi dari cara berpikir
manusia atau kognisi manusia. Menurut Alan Turing suatu mesin dikatakan
cerdas bila ia sukses berprilaku seperti manusia. Dengan kata lain AI
memang didesain untuk berprilaku dan berpikir menyerupai manusia.
McMulloh dan Pitts pada tahun 1943 mengusulkan model matematis
bernama perceptron dari neuron di dalam otak. Mereka juga menunjukkan
bagaimana neuron menjadi aktif seperti saklar on-off dan neuron
tersebut mampu untuk belajar dan memberikan aksi berbeda terhadap waktu
dari input yang diberikan. Hal ini dapat diterapkan pada mesin karena
adanya sistem on-off. Jadi dengan kata lain bahwa ada kemiripan sistem
antara mesin dan otak manusia.
Karena kecerdasan tiruan adalah ilmu yang berdasarkan proses manusia
berpikir, maka penelitian bagaimana proses manusia berpikir adalah hal
yang pokok. Pada saat ini para peneliti hanya mulai mengerti sedikit
dari proses berpikir tersebut, tetapi sudah cukup diketahui untuk
membuat asumsi-asumsi yang pasti tentang bagaimana cara berpikir dan
menggunakan asumsi-asumsi tersebut untuk mendesain suatu program
komputer yang mempunyai kecerdasan secara tiruan.
Semua proses berpikir menolong manusia untuk menyelesaikan sesuatu
masalah. Pada saat otak manusia mendapat informasi dari luar, maka suatu
proses berpikir memberikan petunjuk tindakan atau respon apa yang
dilakukan. Hal ini merupakan suatu reaksi otomatis dan respon yang
spesifik dicari untuk menyelesaikan masalah tertentu. Hasil akbar dari
semua proses berpikir tersebut disebut tujuan (goal).
Pada saat tujuan telah dicapai, pikiran akan segera berhadapan dengan
tujuan-tujuan lainnya yang akan dicapai. Di mana semua tujuan-tujuan
ini bila terselesaikan akan mengantar ke suatu tujuan utama. Dalam
proses ini tidak ada satupun cara berpikir yang mengarah ke tujuan akhir
dilakukan secara acak dan sembarangan.
Kecerdasan manusia dapat dipecah-pecah menjadi kumpulan fakta-fakta
(facts) dan fakta-fakta ini yang digunakan untuk mencapai tujuan. Hal
ini dilakukan dengan memformulasikan sekelompok aturan-aturan(rules)
yang berhubungan dengan fakta fakta yang disimpan dalam otak.
Contoh jenis fakta dan aturan yang berhubungan, yang digunakan sehari-hari, adalah:
Fakta 1 : Ani sangat lapar
Aturan 1 : IF Ani diberi roti THEN makan.
Di sini aturan ditulis dalam bentuk IF-THEN yang berdasarkan
fakta,dimana IF adalah kondisi tertentu yang ada, dan THEN adalah respon
atau aksi yang akan dihasilkan. Ini sangat mirip dengan teori
behavioristik yang mengkaji stimulus – respon.
Dalam proses berpikir, proses ini berhubungan dengan fakta-fakta yang
sangat banyak sebelum memberikan suatu tindakan atau respon. Selama
proses ada suatu sistem yang mengarahkan pemilihan respon yang tepat.
Proses ini disebut dengan pemotongan(prunning). Proses ini mengeliminasi
lintasan dari berpikir yang tidak relevan dalam usaha mencapai tujuan.
Jadi proses ini akan memotong setiap fakta fakta atau aturan-aturan yang
tidak akan mengarah ke tujuan.
Sekarang ini banyak database yang bisa dijadikan sumber memori bagi
sebuah AI, namun pada hakikatnya AI haruslah mengikuti perkembangan cara
berpikir manusia. Sehingga akan sangat baik bila AI terus berkembang
mengikuti pola kognisi manusia. Maka sudah seharusnya programer yang
membuat AI adalah dia yang memang mengerti pola kognisi manusia dan
perkembangannya, bukan sekedar mengandalkan data base yang sudah ada.
Menurut saya, selain programer-programer handal juga dibutuhkan ahli
dibidang lain seperti pakar linguistik, psikolog dan peneliti kedokteran
untuk membuat sebuah AI yang sempurna.
Monday, April 15, 2013
Konsep dan Definisi dalam Kecerdasan Buatan
- TURING TEST – Metode Pengujian Kecerdasan (Tes Turing adalah ujian yang menentukan apakah suatu mesin mampu menunjukkan perilaku cerdas yang mirip dengan atau tak dapat dibedakan dari manusia.)
- PEMROSESAN SIMBOLIK
- HEURISTIC (Heuristik adalah seni dan ilmu pengetahuan dari penemuan.
- PENARIKAN KESIMPULAN (INFERENCING)
- PENCOCOKAN POLA (PATTERN MATCHING)
Keuntungan
Kecerdasan Buatan dibanding kecerdasan alamiah:
- Lebih permanen
- Memberikan kemudahan dalam duplikasi dan penyebaran
- Relatif lebih murah dari kecerdasan alamiah
- Konsisten dan teliti
- Dapat didokumentasi
- Dapat mengerjakan beberapa task dengan lebih cepat dan lebih baik dibanding manusia
Keuntungan
Kecerdasan Alamiah dibanding kecerdasan buatan
- Bersifat lebih kreatif
- Dapat melakukan proses pembelajaran secara langsung, sementara AI
- Harus mendapatkan masukan berupa simbol dan representasirepresentasi
- Pengantar Kecerdasan Buatan - 5
- Fokus yang luas sebagai referensi untuk pengambilan keputusan
- Sebaliknya AI menggunakan fokus yang sempit
Subscribe to:
Posts (Atom)